Gus Poyet Ingin Pertahankan Tren Positif

Gus Poyet Ingin Pertahankan Tren Positif


Kamis, 2 Januari 2014 09:38 WIB



Gus Poyet Ingin Pertahankan Tren Positif
goal.com

Gustavo Poyet







TRIBUNNEWS.COM - Gus Poyet, Pelatih Sunderland, meminta para pemainnya untuk tetap fokus dan menjaga spirit menang.


Hal itu diperlukan agar pasukan berjuluk The Black Cats itu mampu keluar dari zona degradasi Liga Inggris di akhir musim ini.


Sunderland sampai saat ini masih di lantai dasar klasemen paruh musim Liga Inggris, dengan rekor 11 kekalahan dari 19 laga yang sudah dimainkan dengan koleksi 14 poin. Akan tetapi, dalam empat laga terakhir, tren kekalahan itu berubah dengan mencatat tiga hasil seri dan sekali menang.


"Beberapa pekan lalu, orang yang melihat klasemen pasti berpikir bahwa tidak mungkin untuk keluar dari zone degradasi. Sekarang kami memang masih di zona itu, dan harus memastikan tidak akan berhenti berusaha," ujar Poyet seperti dikutip Sky Sports.


Pelatih asal Uruguay itu mengatakan, empat laga tanpa kekalahan yang diraih para pemain Sunderland merupakan tren positif yang harus terus dijaga.


"Saya selalu percaya, laga pada hari Natal menjadi momen penting, karena ada begitu banyak pertandingan dalam waktu pendek. Saya sangat senang dengan rekor tak terkalahkan dalam empat laga terakhir, ini momen yang hebat," ujar Poyet.


Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball, Kamis (2/1/2014)






Lukas Podolski Bermain Petasan di Malam Tahun Baru

Lukas Podolski Bermain Petasan di Malam Tahun Baru


Kamis, 2 Januari 2014 09:32 WIB



Lukas Podolski Bermain Petasan di Malam Tahun Baru
dailymail.com

Lukas Podolski membawa kembang api







TRIBUNNEWS.COM - Ketika para pemain sepak bola di liga lain heboh merayakan pergantian tahun dengan berpesta, para pemain Liga Inggris tak punya waktu untuk semua itu.


Maklum saja, jadwal pertandingan pada pekan terakhir Desember di Liga Inggris justru lebih padat.


Meski begitu, para pemain seperti tak kehabisan ide untuk mencuri kegembiraan pergantian tahun 2013 menuju 2014 itu. Lukas Podolski misalnya. Striker Arsenal itu kemarin mengunggah foto diri melalui akun facebook tengah membawa sebuah petasan berukuran besar.


Tak perlu jauh-jauh untuk menikmati malam terakhir tahun 2013, Podolksi merayakannya di halaman belakang rumah bersama tetangganya.


Petasan berbentuk roket itu diharapkan bakal membawa keberuntungan bagi Arsenal agar tetap bertahan di puncak klasemen musim ini.


Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball, Kamis (2/1/2014)






Christine Bleakley Kekasih Frank Lampard Sibuk Berdansa di Atas Es

Christine Bleakley Kekasih Frank Lampard Sibuk Berdansa di Atas Es


Kamis, 2 Januari 2014 09:06 WIB



Christine Bleakley Kekasih Frank Lampard Sibuk Berdansa di Atas Es
mirror.co.uk

Christine Bleakley Kekasih Frank Lampar berdansa dengan Phillip Schofield.







TRIBUNNNEWS.COM - Ketika sang kekasih, Frank Lampard, berjuang melawan cedera, Christine Bleakley sedang menyusun rencana berdansa di atas es akhir pekan ini.


Gelandang Chelsea Lampard cedera kaki dalam kemenangan atas Liverpool 2-1 pada pertandingan Liga Inggris 2013-2014, akhir Desember lalu.


Sementara Christine, yang menjalin asmara dengan Lampard sejak tahun 2009, akan berdansa di atas es dalam sebuah dalam program acara yang ia pandu, Dancing on Ice, Minggu mendatang.


Perempuan berusia 34 tahun itu akan berpasangan dengan Phillip Schofield, salah satu penbawa acara televisi papan atas di Inggris Raya.


Padahal, setahun lalu, sebagaimana dilansir Mirror.co.uk, Schofield (51) mengaku 'dilarang' oleh stasiun televisi tempatnya untuk mengikuti acara tersebut karena tidak punya jaminan asuransi.


Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball, Kamis (2/1/2014)






Abbey Clancy Pesta Tahun Baru Tanpa Crouch

Abbey Clancy Pesta Tahun Baru Tanpa Crouch


Kamis, 2 Januari 2014 08:25 WIB



Abbey Clancy Pesta Tahun Baru Tanpa Crouch
dailymail.com

Pesta Tahun Baru 2014 Abbey Clancy di Dubai, Uni Emirates Arab.







TRIBUNNEWS.COM - Yang satu di London, Inggris, sedangkan yang lainnya di Dubai, Uni Emirat Arab.


Peter Crouch sibuk bermain sepak bola bersama Stoke City pada laga tahun baru, sedangkan Abbey Clancy sibuk pesta dan dansa semalam suntuk bersama para pesohor.


Itulah yang terjadi pada pasangan Peter Crouch dan Abbey Clancy. Pada malam pergantian tahun 2013 ke 2014 itu keduanya tak hanya terpisah jarak tetapi juga berada pada kutub yang saling bertentangan.


Clancy tentu sangat bersyukur, suaminya, Crouch, pria yang sangat baik hati. Dia tak mempermasalahkan Clancy menghabiskan waktu tahun baru bersama teman-temannya pada malam pergantian tahun ketimbang menemani dan mendampinginya dari sisi lapangan pada laga Stoke City.


"Dia benar-benar ayah terbaik tahun ini," ujar Clancy memuji Crouch.


Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball, Kamis (2/1/2014)






Duel Prestise Zlatan Ibrahimovic dan Christiano Ronaldo

Duel Prestise Zlatan Ibrahimovic dan Christiano Ronaldo


Kamis, 2 Januari 2014 08:16 WIB



Duel Prestise Zlatan Ibrahimovic dan Christiano Ronaldo
Berita Kota Super Ball

Berita Kota Super Ball, 2 Januari 2014







TRIBUNNEWS.COM - Sheik Nasser sukses membangun kerajaan PSG berikut sponsor utamanya, maskapai Emirates.


PSG kini identik dengan Qatar yang dirancang sejajar dengan Real Madrid yang diperkuat Cristiano Ronaldo alias CR7. Emirates jadi sponsor utama 2 klub ini.


Sebanyak 50.000 tiket laga Ibra-CR7 ludes terjual. Dua bintang ini mendominasi jagat sepak bola Eropa lewat gol-gol yang atraktif. Sebulan lalu bertarung habis-habisan untuk berebut satu tiket ke Piala Dunia 2014 di Brasil. CR7 unggul dan kini saatnya Ibra membalasnya.


"Ya, ini duel prestise. Saya ingin lebih banyak gelar bersama PSG. Ini karakter saya. Saya tak pernah puas. Sayang, ini duel persahabatan, bukan perebutan gelar," kata Ibra menantang Ronaldo.


Duel ini bisa dibaca lebih lanjut di Berita Kota Super Ball edisi cetak, Kamis (2/1/2014). Simak pula kapten tim Persija Jakarta, Fabiano Beltrame, menyebut tim yang dipimpinnya punya peluang untuk masuk ke babak delapan besar kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2014.


Dari Jerman Berita Kotaa Super Ball mengabarkan pula tentang kondisi Michael "Schumi" Schumacher yang mulai membaik setelah menjalani operasi kedua. Atau tentang Jenson Button yang tidak tertarik beralih ke cabang olahraga otomotif lain setelah tidak lagi berkarier di arena balap mobil Formula 1 (F1).






Pengumuman Pelatih PSMS Diundur Hingga 4 Januari

Pengumuman Pelatih PSMS Diundur Hingga 4 Januari


Kamis, 2 Januari 2014 07:16 WIB



Pengumuman Pelatih PSMS Diundur Hingga 4 Januari
ist







TRIBUNNEWS.COM – Siapa yang bakal menjadi pelatih PSMS di musim depan masih menjadi tanda tanya. Sekali pun keempat calon pelatih, yaitu M Khaidir, Suharto AD, Edi Syahputra, dan Liestiadi, sudah menjalani fit and profer test lewat presentasi teknis dan nonteknis pada 26 Desember 2013 lalu, hingga saat ini pengurus PSMS belum juga mengumumkan hasil penilaiannya.


"Kita belum bisa mengumumkannya besok (Kamis 2/1/2014, hari ini). Masih dilakukan pembahasan di komisi teknik. Kemungkinan baru bisa kita umumkan tanggal 4 Januari nanti," kata Sekretaris PSMS, Julius Raja, kepada Tribun di Medan, Rabu (1/1/2014).


King, sapaan Julius Raja, berharap komisi teknis dapat secepatnya sampai pada keputusan final. "Kalau bisa jangan ditunda-tunda lagi lah. Sebab ini berpengaruh pada persiapan teknis. Klub-klub lain yang akan berlaga di Divisi Utama sudah ada yang membentuk tim. Kita harus mengejar ketertinggalan," ujarnya.


Perihal pembayaran tunggakan gaji pemain musim lalu, King mengatakan hal itu akan dilakukan sekali jalan. "Sekaligus lah, mempersiapkan tim dan melengkapi syarat yang diberikan oleh PSSI. Untuk itu kita tak boleh berkutat pada waktu pemilihan pelatih saja," katanya seraya menambahkan, PSSI memberi tenggat hingga 15 Januari mendatang bagi PSMS untuk menyelesaikan seluruh persoalan terkait konflik internal musim lalu.(TRIBUN MEDAN/cr8)






PSMS Bisa Bangkit Jika Manajemen Tak Kacangan

PSMS Bisa Bangkit Jika Manajemen Tak Kacangan


Kamis, 2 Januari 2014 07:02 WIB



PSMS Bisa Bangkit Jika Manajemen Tak Kacangan
ist







TRIBUNNEWS.COM – Hardiantono belum bisa melupakan pahit-getir nasibnya kala membela PSMS Medan musim lalu. Pemain muda yang melejit usai membela tim sepakbola PON Sumut ini bergabung dengan PSMS Medan versi Liga Indonesia (LI) dan pada awalnya diserahi tanggung jawab sebagai wakil kapten.


Ban kapten itu kemudian berpindah ke lengannya pascapengunduran diri M Afan Lubis Afan, pemain senior, tak ingin berlama-lama di tengah kondisi serba tak pasti. Ia enggan bekerja tanpa digaji. Sejumlah pemain senior lain juga ikut pergi. Hardiantono mencoba bertahan. Berharap perubahan namun ternyata justru kian jeblok. Hingga akhir musim, gajinya dan gaji seluruh pemain yang masih bertahan tetap ditunggak.


Hardiantono belum lupa, bagaimana mereka menggeruduk rumah Indra Sakti, Ketua Umum PSMS yang lari dari tanggung jawab. Belum lupa bagaimana mereka sampai menginap emper Monas, di masjid, lantaran tak punya uang saat nekat mendatangi kantor PSSI di Jakarta, untuk menanyakan kejelasan nasib. "Iya, saya belum lupa itu semua. Siapa yang bisa lupa? Mungkin seumur hidup nggak akan lupa kenangan buruk itu," katanya pada Tribun di Medan, kemarin.


Nada bicaranya dingin. Namun Tono, begitu ia akrab disapa, menampik dirinya mendendam pada PSMS. Ia tidak sepenuhnya rapat menutup pintu kemungkinan untuk bergabung kembali. Ia pun optimistis Ayam Kinantan bisa bangkit kembali.


"Kuncinya adalah di manajemen. PSMS bisa bangkit, kembali ke era kejayaan, jika manajerial diperbaiki. Orang-orang yang duduk di sana harus benar-benar profesional. Terlebih-lebih di musim lalu. Manajemennya, top manajemen, sangat jauh dari kata profesional, kacangan," katanya.


Harapan serupa datang dari Luis Irsandi. Mantan pemain PSMS Medan versi LPIS ini menempatkan segala kekacauan di musim lalu (dan juga musim sebelumnya), sebagai pelajaran. Jangan sampai tiga kali mengulang kesalahan yang sama.


"Sudah cukup lama PSMS ini tidur. Sekarang saatnya bangkit dan kembali merindukan taji. Kita semua rindu PSMS yang dulu. PSMS yang sangat disegani lawan dan jadi pujaan masyarakat Kota Medan," katanya.


Perihal pergantian manajemen yang mengarah ke penyatuan PSMS, Luis Irsandi memberi apresiasi positif. "Yang baik dari musim lalu dipertahankan, yang tidak baik, ya, ditinggalkan. Jangan lagi diberi ruang. Untuk manajemen, saya berharap diisi oleh orang-orang yang benar-benar profesional. Bukan orang yang mencari keuntungan dari PSMS. Klub ini bukan punya sekelompok orang," ujarnya.


Tri Hardiansyah juga membubungkan asa. "Aku berharap para pengurus yang baru tidak mengulang kekonyolan-kekonyolan yang sudah dilakukan pengurus sebelumnya. Kasihan pemain, Bang, sudah capek-capek bermain malah dizolimi," ucap pemain yang sedang mengikuti seleksi di PSS Sleman ini. Tri berharap nama PSMS kembali berkibar, kerena prestasi, bukan karena konflik internal.(TRIBUN MEDAN/cr8)