LIPI Siapkan Prototipe Stasiun Isi Ulang Baterai


detail berita
F: Mobil listrik Hevina (Febri Ardani / Okezone)



TANGERANG SELATAN - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tidak hanya selesai membangun mobil listrik Hevina, namun dikatakan juga LIPI sedang mengerjakan sebuah prototipe stasiun pengisian ulang listrik.



Langkah ini diambil sejalan dengan konsep mobil ramah lingkungan Hevina. Banyak yang mencibir mobil listrik tidak akan pernah sukses karena masalah pada baterai, daya tahan yang kurang lama sehingga daya jelajahnya berkurang dan juga tentang masalah fungsionalitas karena isi ulang baterai pada mobil listrik membutuhkan waktu yang lama.



Sunarto Kaleg, Peneliti Peralatan Transportasi LIPI mengungkapkan bahwa LIPI sedikit lagi rampung menyelesaikan sebuah prototipe stasiun isi ulang baterai mobil listrik.



"Listrik itu sangat mudah distribusinya, tidak perlu bawa tangki, kemana-mana tidak perlu pipa. Kalau di rumah dengan tegangan 220 V, perlu 5-6 jam sampai penuh dari 30 persen sisa baterai. Jika di stasiun pengisian hanya perlu waktu tidak sampai 10 menit. LIPI punya prototipe stasiun itu, dayanya hampir 48 KW untuk isi ulang baterai sampai penuh," terang Sunarto.



Lokasi stasiun masih ada di markas LIPI, Sunarto juga menjelaskan prototipe tersebut sudah bisa diperkenalkan namun urung terlaksana sebab masih terkendala masalah pada sistem pembayaran yang menggunakan model kartu prabayar.



Lalu apakah sistem stasiun isi ulang ini melanggar peraturan karena menjual kembali listrik milik PLN ke masyarakat?



"Di PLN itu ada pasal yang menyatakan harga listrik untuk dijual lagi, sudah disahkan Presiden. Nantinya sama seperti SPBU kita daftar dulu. Dengan menggunakan listrik yang baik, saya yakin mereka-mereka itu tidak sungkan berinvestasi, mereka kurang komersil karena sebagian besarnya hanya dipakai di rumah tangga," tutup Sunarto. (ian)




Solusi Transportasi Indonesia Adalah Mobil Listrik


detail berita
F: Mobil listrik Hevina (Febri Ardani / Okezone)



TANGERANG SELATAN - Sunarto Kaleg, Peneliti Peralatan Transportasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan sebagai gambaran di Indonesia, dalam 30-40 tahun ke depan industri automotif akan habis bila tidak bisa mengeksplorasi lagi kendaraan dengan mesin pembakaran internal.



Sama dengan perkembangan dunia saat ini yang sudah mengarah pelan-pelan ke kendaraan listrik ramah lingkungan, Sunarto mengatakan solusi paling kongkret untuk mengatasi masalah yang terjadi tidak hanya di Indonesia tersebut adalah dengan menelurkan mobil listrik yang menggunakan jembatan sebuah mobil hybrid.



Pandangan ini juga yang digunakan LIPI kala menciptakan Hevina (Hybrid and Electric Vehicle Indonesia). LIPI bertujuan untuk melahirkan sebuah tonggak sejarah kendaraan ramah lingkungan milik asli Indonesia.



"Riset untuk mengubah dari platina ke CDI, mesin biasa ke VVT-i, itu butuh biaya yang sangat besar buat pabrikan. Bahkan hasilnya hanya untuk meningkatkan efisiensi kurang dari 3 persen," kata Sunarto saat acara penyerahan Hevina ke Menristek di Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (26/8/2013).



Bila dikomparasikan, motor listrik disebut sebagai alat efisiensi terbaik, diatas 95 persen. Berarti menghilangkan komponen yang tidak perlu seperti radiator atau oli untuk mendinginkan mesin. Sementara mesin bakar paling canggih dikatakan nilai efisiensinya tidak sampai 30 persen.



"Hitungan tersebut didapat dari perbandingan satu liter bahan bakar bensin pada mesin, paling tidak hanya 300 cc saja yang jadi tenaga. Sisanya jadi panas, gas buang, emisi, getaran, dan bising. Jika pada motor listrik bila kapasitasnya 1.000 Watt dan efisiensinya 95 persen, maka 950 Watt itu jadi tenaga semua," jelas Sunarto.



Dalam jangka waktu dekat LIPI akan memperkenalkan sebuah mobil hybrid setelah mobil listrik milik mereka telah selesai. Sunarto belum mau membeberkan spesifikasi lebih detail lagi, ia hanya mengatakan hybrid LIPI akan berupa MPV lima penumpang. (ian)




Usai Hevina, LIPI Bikin MPV Hybrid


detail berita
F: Mobil listrik Hevina (Febri Ardani / Okezone)



TANGERANG SELATAN - Mobil penumpang berupa sedan listrik Hevina yang baru saja diserahkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kepada Kementerian Riset dan Teknologi hanyalah sebagai langkah awal pengembangan mobil murah ramah lingkungan.



Hevina sendiri lebih dari sebuah nama, Hevina merupakan program, konsep dan ide LIPI. Hevina memiliki pengertian Hybrid and Electric Vehicle Indonesia.



Tidak hanya ada kata mobil listrik (Electric Vehicle) di dalam Hevina, namun juga ada hybrid. Sunarto Kaleg, Peneliti Peralatan Transportasi LIPI mengungkapkan akan segera menghadirkan sebuah mobil hybrid setelah agenda sedan listrik Hevina selesai.



"Nanti rencana kita akan punya generasi kedua Hevina, sebuah hybrid," kata Sunarto saat acara penyerahan Hevina ke Menristek di Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (26/8/2013).



Penerapan pada mobil yang menggabungkan mesin pembakaran internal bersama motor listrik juga merupakan salah satu solusi menekan penggunaan bahan bakar kendaraan yang tidak tergantikan di masa mendatang.



"Kita percaya masa depan automotif adalah elektrik. Mobil hybrid itu hanyalah mediasi sebelum jadi benar-benar listrik. Suatu saat nanti kita tidak bisa berperang untuk bahan bakar. Semua orang tahu bahan bakar fosil pasti habis," tukas Sunarto.



Berbeda dengan generasi mobil penumpang Hevina yang berupa sedan listrik, generasi penerusnya akan berupa MPV lima penumpang. "Akan mirip seperti Avanza tapi lebih kecil sedikit. Sekarang pembangunannya sudah sampai 75 persen," terang Sunarto.



Sekali lagi LIPI masih mempercayai rumah modifikasi Signal Kustom untuk ikut membantu dalam pembangunan mobil hybrid mereka.

"Semuanya dimulai dari awal, berbeda dengan sedan, semuanya kastem," jelas Andre Mulyadi, punggawa Signal Kustom di tempat yang sama. (ian)




PPnBM Naik, Pengusaha Moge Ketar-Ketir


detail berita
F: Ducati di PRJ (Febri A/Okezone)



JAKARTA - Pemerintah berencana menaikan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) bagi mobil mewah dan motor yang diimport secara utuh atau CBU. Kenaikannya mencapai 125 hingga 150 persen.



Hal tersebut diyakini banyak pihak akan membuat industri automotif nasional, khususnya para pelaku kendaraan mewah merasa kesulitan dan akan berpengaruh terhadap penjualan produknya.



"Jika pajak tersebut benar diberlakukan, maka kondisi industri automotif khususnya motor gede yang termasuk barang mewah akan semakin parah," jelas Agustus Sani Nugroho, Presiden Direktur Ducati Indonesia, saat berbincang dengan Okezone, Senin (26/8/2013).



Lebih lanjut Agustus Sani mengatakan, dengan naiknya PPnBM ini dipastikan akan berpengaruh dengan penjualan serta kenaikan harga motor. Kenaikan harga tersebut akan sangat signifikan menyusul besarnya PPnBM sampai 125 hingga 150 persen.



"Saat ini kami memang belum mempunyai rencana untuk menaikan harga sepeda motor kami, kami masih akan terus pelajari angka-angkanya. Jika memang ada kenaikan harga, bisa dipastikan kenaikannya akan sangat signifikan," pungkasnya.



Sekedar informasi, saat ini PPnBM atas kendaraan CBU mencapai 75 persen. Rencana kenaikan PPnBM ini merupakan paket kebijakan pemerintah guna menyelamatkan kondisi ekonomi Indonesia akibat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini. (ian)




PPnBM Naik, Pukulan bagi Industri Mobil Premium


detail berita
F: Ilustrasi (Okezone)



JAKARTA - Rencana pemerintah untuk menaikan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) bagi kendaraan yang diimport secara utuh atau CBU menjadi 125 sampai 150 persen diyakini akan menjadi pukulan telak bagi merek-merek mobil mewah.



Seperti diungkapkan Irvino Edwardly, CEO PT Tiara Cahaya Otomotif (TCO), sebagai distributor resmi merek Maserati di Indonesia, dengan kenaikan pajak tersebut akan membuat langkah industri mobil Luxury di Tanah Air semakin berat.



"Jika rencana tersebut benar diberlakukan, ini akan sangat berat bagi industri mobil premium Tanah Air, terlebih saat ini mobil mewah di Tanah air harganya sudah cukup tinggi, dan hanya kalang terbatas yang mampu memiliki mobilnya," ujar Irvino saat berbincang dengan Okezone, Senin (26/8/2013).



Lebih lanjut Irvino menambahkan dengan adanya kenaikan pajak ini, sudah bisa dipastikan harga mobil mewah di Indonesia akan semakin mahal dengan kenaikan harga yang cukup signifikan.



"Kami memang belum ada rencana menaikan harga, namun jika peraturan ini diberlakukan sudah bisa dipastikan harga mobil mewah akan naik secara drastis ditambah dengan terus melemahnya rupiah di pasaran," tambahnya.



Pihak Maserati sendiri berharap rencana pemerintah tersebut hanya sebatas wacana, dan kondisi ekonomi Indonesia segera kembali normal. Jika harus ada kenaikan pajak tidak sampai 125 sampai 150 persen. (ian)




Rupiah Anjlok, Harga Spare Part Mulai Naik


detail berita
F: Ilustrasi (Okezone)



DEPOK - Pusat onderdil suku cadang atau spare part kendaraan di Jalan Arif Rahman Hakim, Depok mulai mengambil ancang-ancang untuk menaikan harga produk impor. Kenaikan harga tersebut akibat anjloknya nilai Rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat.



Salah satu pemilik toko suku cadang Dinda Motor, Mahludin menuturkan kenaikan harga terjadi pada produk impor imitasi, sementara untuk produk lokal tetap stabil. Selain itu, kenaikan harga pada suku cadang impor pabrikan belum terjadi.



"Produk suku cadang impor imitasi atau KW 1 sudah mulai naik harganya hari ini di tingkat importir, dari minggu lalu kami sudah diberitahukan akan naik, rata-rata 9 persen berbagai merk. Betul gara-gara rupiah anjlok," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Senin (26/08/2013).



Mahludin menambahkan barang - barang impor tersebut diantaranya berasal dari Thailand, Jepang, dan Malaysia. Sementara produk Indonesia lebih stabil.



"Kenaikan terjadi misalnya pada, long tarot, karet, lampu, dan shock breaker. Misalnya Long Tarot harga jual Rp165 ribu nantinya bisa Rp180 ribu. Shockbreaker untuk Sedan, harga jual Rp900 ribu nanti bisa 1 jutaan. Ini harga yang naik tapi untuk barang impor imitasi, kalau yang impor pabrikan belum naik," tuturnya.



Mahludin mengungkapkan daya beli masyarakat sudah jauh lebih turun sejak bulan puasa karena dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta bertepatan tahun ajaran baru sekolah dan harga sembako.



Namun ia memperkirakan bahwa kenaikan harga tersebut baru akan mulai terjadi pada awal September 2013, karena saat ini masih mengandalkan stok lama.



"Sudah pasti naik. Lampu juga naik. Lampu sen, lampu besar naik. Sekarang masih barang stok lama. Kami tunggu importir, mungkin akhir bulan ini akan naik. September harga baru. Dari tahun - tahun lalu sudah biasa, karena kami berpatokan sama dolar. Barang - barang lokal stabil, dan masyarakat mencari produk lokal sebagai alternatif, omzet sejak puasa sudah turun 30-50 persen," ungkapnya.



Pedagang lainnya yakni karyawan Toko berkah Variasi, Arif mengatakan kenaikan harga lampu akan naik pekan depan untuk produk impor imitasi. Rata-rata barang yang dijual berasal dari Taiwan.



"Lampu berbagai jenis mobil untuk barang impor imitasi, misalnya lampu untuk Avanza Rp 3,2 juta bisa naik 10 persen nantinya. Lalu lampu Sedan Honda Accord, Rp 2,8 juta, bisa naik 10 persen, kalau sekarang harganya belum naik, bisa pekan depan," ungkap Arif. (ian)




Mobil Listrik LIPI Resmi Diserahkan ke Menristek


detail berita
F: Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta (Febri A / Okezone)



TANGSEL - Bertepatan dengan hari ulang tahun ke-46, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan hadiah berupa dua model Hevina yakni sedan listrik dan bus listrik Executive Mobile Meeting kepada Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta di kawasan Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan.



"Saya harap LIPI terus menjaga konsistensi wibawanya, dan saya doakan terus maju," kata Hatta dalam sambutannya, Senin (26/8/2013).



Hevina berhasil membawa Abdul Hapid, Koordinator Penelitian LIPI, menerima tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan tahun 2013.



"Rencananya sedan akan jadi mobil dinas pak Menteri, sedangkan yang bus akan menjadi operasional LIPI," tukasnya Hapid di tempat yang sama.



Untuk Hevina sedan menggunakan motor tipe AC Induction Motor dengan nominal voltase 108 VOC, tenaga tertingginya mencapai 62 HP dengan torsi maksimal 156 Nm. Baterai tipe lithium (Life PO4) 108 VDC/200A.



Pengisian ulang menggunakan voltase rumahan 220 volt, membutuhkan waktu 5-6 jam sampai penuh untuk digunakan menjelajah sampai 130 kilometer dengan kecepatan maksimal 140 km/jam.



Sedangkan bus listrik Executive Mobile Meeting memiliki tipe motor Brushless DC Motor yang menghasilkan nominal voltase 320 VDC. Kekuatan maksimumnya 147 HP dengan torsi 300 Nm.



Sama seperti sedan, baterai menggunakan tipe lithium (Life PO4) 108 VDC/200A. Mampu menjelajah sampai 150 kilometer dengan baterai penuh, dan kecepatan maksimalnya 100 km/jam. (ian)